mercredi 4 février 2009

Pembahasan sok berat #1: Cinta.

Haha, my life is a total research.
Jadi orang yang kalo kata orang sunda 'hayang nyaho wae' alias mau tau aja, emang agak sedikit bikin kesel diri sendiri. Udah gitu apa pun yang terjadi di sekeliling gue, dengan sok tahunya gue bakal pikirin sambil mencoba mencapai conclusion. Tapi, tetep, conclusion yang gue buat selalu berdasarkan fakta yang terjadi. Kalo ngga jelas2 amat mah, bakal dipikirin dan digali lagi. Psikiater yang dapet degree dari John Hopkins juga susah kali mau bikin kesimpulan tentang masalah pasiennya kalo pasiennya ceritanya setengah2.

Okay, lanjut.

Sebenernya si Cinta ini sih prioritas nomer 4 lah bisa dibilang. Tapi mengetahui kalau bahasan soal cinta selalu menarik pandangan masyarakat, makanya gue memutuskan untuk membuat this first entry (well, second, considering the intro thingy) tentang cinta.

Selama 18 tahun ini, banyak banget cerita yang semuanya balik lagi ke soal cinta. Being a teenager, mari kita membahas tentang those dreamy love of rom-com movie terlebih dahulu. Disekitar kita, mulai dari temen sampai sepupu kita yang punya pacar, pasti kita pernah denger sendiri salah satu dari 'ritual' orang yang lagi jatuh cinta: Sakit hati (bisa jadi karena diselingkuhin, atau disakitin secara mental alias kata2 sang pacar, atau mungkin disakiti fisik), pokoknya sakit hati sampe nangis sampe benci. Tapi, the next thing we know, sang korban yang disakiti hatinya sudah kembali lagi ke pasangannya (of course, sang pasangan berusaha minta maaf dan mencoba mengambil hatinya kembali). Sang tersakti pun memaafkannya, ibaratnya water under the bridge deh. Tell me I'm wrong, tapi gue yakin bakal ada satu kalimat yang keluar dari mulut mereka "Yah, namanya juga cinta..". Kadang2 itu bikin kita mikir, kalau si tersakiti ngga punya rasa cinta ini, mungkin ngga dia bakal maafin dan mau balik lagi sama pasangannya? Padahal manusia dikasih sama Tuhan yang namanya logika dan akal sehat. Jelas banget kan kalau kasus diatas ngga ada logisnya sama sekali.

Selanjutnya, karena cinta itu luas, cinta itu bukan hanya untuk kasus romantis. Satu case yang paling evident adalah cinta Ibu.
Semua yang baca ini pasti bakal setuju banget soal pertanyaan yang bakal keluar: Sebrengsek2nya kita, sekurang2 ajarnya kita sama ibu kita, pasti ibu kita bakal maafin kita. Dan kalau dia udah maafin kita, she treats us as if kita tuh ngga pernah buat dosa ama dia. Cinta yang dikasih sama seorang ibu ke anaknya ngga pernah berubah. Ibu ngga bakal perduli sekurang ajar apa anaknya, sebodoh apa anaknya. (yes, pasti, dimarahin, dinasehatin, ya namanya juga orang tua atuh.) Sesakit hati apapun, Ibu pasti bakal maafin kita at the end dan put everything behind. Sekali lagi, Ibu juga manusia, manusia itu diciptain sama Tuhan dengan logika dan akal sehat. Logis ga sih, manusia (in this case, a mother) disakitin hatinya berulang2 kali sama anaknya, tapi tetep terus kasih perhatian yang luar biasa ke kita?

It doesn't take a genius untuk bikin kesimpulan dari kasus2 sehari2 yang diatas.

Jadinya, apa itu cinta? Waduh, kurang tahu deh ya, tapi satu hal yang jelas sih yang namanya cinta itu ngga bisa pake logika. (As cliché as it may sounds, this is the freaking fact haha) Tidak dilakukan dengan logis, tidak bisa dipikirkan dengan logis dan jangan2 memang tidak akan pernah menjadi logis? Hmm. Logika sama cinta tuh ibaratnya kita makan spaghetti carbonara pake kecap, alias ngga nyambung. Maybe, but maybe not? haha, after all pertanyaan yang ngegantung itu what life is all about. Mungkin itu gunanya manusia diciptakan menjadi sotoy, buat cari jawaban, hence the meaning of life.

Sebagai seorang rookie di departemen percintaan, baru satu hal yang gue dapet dari subjek yang paling common ini. Soal cinta, pasti masih banyak lagi arti2 sebenernya, tapi sampai tahun 2009 ini baru itu yang gue dapet, well this is a "18years and still counting" blog. Semuanya disini masih pake proses dan berlanjut, jadi the final conclusion is still far ahead my friend. Anggep aja nonton film horror thriller hollywood dengan ending yang nge gantung dan kita tahu kalo bakal ada sekuelnya.. tapi kita ngga tahu bakal ada budget buat bikin sekuelnya atau ngga.

Cheers.


NB. Speaking of love dan how much we know about love, I found a super simple french poem. It's anonymous but it's surely interesting.

J'ai seize ans, je ne sais rien.
Il ya quelquechose dans mon ventre, que c'est? Je n'en sais rien.
Ca me tourne la tête
C'est bête.
Horriblement beau, et puis ça brille.
Ah non arrete, c'est aveuglant.

J'ai soixante dix ans, et je ne sais encore rien.
L'amour, que c'est? Je n'en sais vraiment rien.

Translation: I'm sixteen I know nothing. There's something
in my stomach, what is it?
I know nothing.
It turns my head, its bad.
Horribly pretty and then it sparkles.
Oh no stop, now that's blinding me.

I'm seventy years old, I still know nothing.
Love, what is it? I really know nothing.


Man, you can be seventy but still have no idea what the hell love is.



1 commentaire:

  1. Bianda, as herself.. :),

    writing can't never hide its face Bi, and a writing's face is its writers' heart.. ;)..

    (Halah, hahah.. efek nulis surat k c Puput belum Ilang.. --')

    well.. as Y're going to be in Phsicology, I'd like to say that y've the same phsicologicall tendency as Abang..

    Jujur, personally, baca tulisan lw kek baca tulisan2nya Abang..

    kecuali orientasi khas lw yang bawa2 dapur (quote : "ibaratnya kita makan spaghetti carbonara pake kecap,"), haha.. it shows how a chéf and tukang makan in a same time y are.. :p,

    Btw, philosophically, guah sangat berapresiasi terhadap pendekatan lw yang dimuali dari pengamatan pribadi mengenai sebuah topik..

    Menurut banyak penulis, pendekatan Visual personal sangat efektif untuk dapat mengembangkan keahlian menulis, tentunya begitu juga dalam pemaknaan..

    well.. lately guah baru ngeh kalo victor hugo bilang dalam "Hunchback of Notredame" kalo "Tous sont Philosophies, et tout le monde sont philosophes" :),

    Gag perlu nulis hal-hal nerdic yang garing buat jadi filsuf kok bi.. :p,

    Approche personel lw menarik, seringkali kita mesti banyak keluar dari approche textual untuk sekedar mengendurkan saraf otak :),

    RépondreSupprimer