mercredi 25 février 2009

Drafts of my life: Blah Blah Blah part 1

"Barang mati sih bisa dibeli, orang duit mah bisa dicari. Tapi kalo perasaan, gimana cara belinya?"
(A spectacular Sundanese single mother of 3 daughters)

Second day of the week, sangat relaxing. Man, ini nih, yang selalu bikin worried dan wondering kalau hidup kita terlalu gampang dan enak. Bowling, afternoon tea/coffee dengan permainan bodoh with two good friends in one fine coffee shop, lalu birthday dinner of keju Mont d'Or dan hot potatoes. Life's good. Salah, Life's good? Yes, itu dipertanyakan selama beberapa jam sepulang dari my friend's birthday dinner. Sampai akhirnya gue menjatuhkan kepala gue di bantal dan sofa-bed tercomfy sedunia...... and I dozed off..

.........dan terbangun. I was wondering mengapa jantung gue berdetak so darn fast dari sebelum gue tertidur. Dikarenakan pertanyaan itu kah? Life's good? Teteup lho. Masih ditanya. Mencoba kembali tidur tetapi hati dan pikiran kayaknya terlalu occupied untuk undur diri dan membiarkan gue istirahat. Tidur malam lebih tepatnya. Pasti bapak gue cuman bisa nyengir sambil nyeletuk, "Dasar insom". Setelah beberapa menit mencoba tidur kembali dan gagal, akhirnya gue memutuskan untuk mengeluarkan kalimat super cliché untuk sobat gue yang tidur di sebelah gue, "Udah tidur jek?"

Obviously, the answer was a NO.

Siaran berlangsung. Bahasan kali ini dilakukan seperti kue bantet with a pretty and good frosting. Something thats so hard, and quite hurtful to say; but we wrapped it with laughs and jokes. Seperti anak muda Jakarta yang kebanyakan negak tequila shots, kekhawatiran dan kesedihan yang mendalam tiba2 dimuntahin. Kita diuji untuk percaya satu sama lain dan untuk bisa dipercaya di waktu yang sama. Bayangin dua orang yang sebenarnya berbeda, tetapi tetap menganggap kalau salah satu dari kita itu bayangan dari cermin. Ngga jelas ya? Dengan segala perbedaan yang dua orang ini punya, mereka saling melengkapi. Ih gila, yang menciptakan friendship emang jenius.. A story leads to another story, mulut kita tuh emang terlalu aktif (kalo ngga ngomong, ya makan.) Tantangannya cukup oke: keeping one's trust. Ya efektif lah ada tantangan giving one's trust juga. A quite jaw dropping story terjadi, di dalam pause yang selalu ada di tiap revealing story, jantung gue ternyata tetap masih berdetak super kencang (sorry if I sounded like Ahmad Dhani, didn't mean to). In that small pause of silence, dateng lagi dia.. pertanyaan yang -percaya ngga percaya- memacu adrenalin.. "Life's good?"

Life's good? ... Life's good?

Mata yang udah setengah watt melirik ke jam, "Jam 6 pagi pemirsa.." ..and I dozed off..

....

Tau perasaan dimana kita baru enak tidur terus tiba2 alarm sudah bunyi? Yes. 8.15am. Shower, coffee, class at 9.30am.

"Life's good?" Hm, kalo iya pun, itu bukan karena hal2 asyik di dalamnya seperti a day of bowling dan chit-chatting. Atau traveling through Europe. Atau melihat menara Eiffel. Itu semua cuman buah ceri dan whipped cream diatas ice cream sundae kita.

Dalam hanya beberapa jam malam itu, gue mendapatkan hal yang fiktif untuk didapatkan di sekolah. Perasaan lega karena sudah meluapkan isi hati, perasaan dihargai sebagai teman, perasaan dipercaya dan mencoba mempercayai. Pikiran yang lebih terbuka (from any aspect dan untuk segala hal juga). Perasaan mensyukuri atas apa yang kita punya. Perasaan yang membuat kita bisa bilang "Gue sayang jek ama keluarga gue" atau "Iya ni, makanya gue sayang ama elo jek". Even perasaan yang unexpectedly membuat realise banyak hal2 yang juga unexpected, agama.. kepercayaan.. (dan perasaan ngga puguh dan ngantuk di dalam kelas dikemudian harinya..)

bisa dibeli pake uang?

Yang dibalik layar emang Juara. Emang Jenius. Hm, I wonder.. asmaul husna yang mana ya untuk Juara dan Jenius?

Converse shoes on, favorite coat on, and oh, sunglasses, all checked. Bono menyanyi dengan mantaF di lagu Beautiful Thing-nya in my iPod. Hm, another sunny winter morning.

Life IS good.

jeudi 12 février 2009

Today, the snow of february is trying to show something

ALARM CLOCK, 6.40am.

You know how it feels when you're just too damn worried about your future?

When you're too busy wondering and worrying if you're going to get accepted in the university of your choice?

When you have -so damn- little amount of money in your bank account, and you can't ask your parents to transfer you more?

Trying to find a part-time job but it's too damn hard?

When you feel like you know someone after spending a lot of time with that certain someone, but you don't, and it breaks your heart?

When you're so damn tired but you have to face the fact that your day starts from 8am 'till 4.30pm the next day?

When you're feeling insecure and unconfident all the time, and that you have so many questions in your head but don't seem to find the answers?

Imagine, PMS-ing?

Trying to find comfort in a bottle of wine?

Right now, imagine that those questions are asked by bunch of adolescents who live far away from home. Seriously, far away.

The snow fell, heavily. This small charming town was covered with snow. Houses on the hills, trees, this amazing citadel were beautifully covered with this frozen water vapor.

Today should be different. (or not?)

Today, the snow taught me something. Friendship, family, loyalty, honesty.

Last night, I was on the phone with Mother. She said, "We don't have to be with someone for years to know them. Try 3 days, but keep them close. Be with them for 72 hours. Because that is when the real characters start to surface."

I had 10 months with them, 5 with one.

Until today: differences, arguments, problems, bad weather.. this whole thing keep us together.

But today, I found this special. Door slamming, shouts, hard frowned eye brows, swear words, stress smoking, tears that were too prideful to fall. It was so damn special with this white blanket of snow.

Intense in the cold, it was 0 degree. Yet, we felt warm inside.

For once, the clash made us feel at home.

Yes, we've cleared the air.

Oh by the way, those questions in beginning are not yet answered. Still hanging. But hey, when you feel warm at heart while enjoying Sambel Goreng Ati, what more do you want?

jeudi 5 février 2009

7 years being an Aunt, and still counting.















If it wasn't for them,





























I wouldn't be Super.


I don't care what people think about me, I only care what they think about me.














Dude, in their eyes, I'm a rockstar.

mercredi 4 février 2009

Pembahasan sok berat #1: Cinta.

Haha, my life is a total research.
Jadi orang yang kalo kata orang sunda 'hayang nyaho wae' alias mau tau aja, emang agak sedikit bikin kesel diri sendiri. Udah gitu apa pun yang terjadi di sekeliling gue, dengan sok tahunya gue bakal pikirin sambil mencoba mencapai conclusion. Tapi, tetep, conclusion yang gue buat selalu berdasarkan fakta yang terjadi. Kalo ngga jelas2 amat mah, bakal dipikirin dan digali lagi. Psikiater yang dapet degree dari John Hopkins juga susah kali mau bikin kesimpulan tentang masalah pasiennya kalo pasiennya ceritanya setengah2.

Okay, lanjut.

Sebenernya si Cinta ini sih prioritas nomer 4 lah bisa dibilang. Tapi mengetahui kalau bahasan soal cinta selalu menarik pandangan masyarakat, makanya gue memutuskan untuk membuat this first entry (well, second, considering the intro thingy) tentang cinta.

Selama 18 tahun ini, banyak banget cerita yang semuanya balik lagi ke soal cinta. Being a teenager, mari kita membahas tentang those dreamy love of rom-com movie terlebih dahulu. Disekitar kita, mulai dari temen sampai sepupu kita yang punya pacar, pasti kita pernah denger sendiri salah satu dari 'ritual' orang yang lagi jatuh cinta: Sakit hati (bisa jadi karena diselingkuhin, atau disakitin secara mental alias kata2 sang pacar, atau mungkin disakiti fisik), pokoknya sakit hati sampe nangis sampe benci. Tapi, the next thing we know, sang korban yang disakiti hatinya sudah kembali lagi ke pasangannya (of course, sang pasangan berusaha minta maaf dan mencoba mengambil hatinya kembali). Sang tersakti pun memaafkannya, ibaratnya water under the bridge deh. Tell me I'm wrong, tapi gue yakin bakal ada satu kalimat yang keluar dari mulut mereka "Yah, namanya juga cinta..". Kadang2 itu bikin kita mikir, kalau si tersakiti ngga punya rasa cinta ini, mungkin ngga dia bakal maafin dan mau balik lagi sama pasangannya? Padahal manusia dikasih sama Tuhan yang namanya logika dan akal sehat. Jelas banget kan kalau kasus diatas ngga ada logisnya sama sekali.

Selanjutnya, karena cinta itu luas, cinta itu bukan hanya untuk kasus romantis. Satu case yang paling evident adalah cinta Ibu.
Semua yang baca ini pasti bakal setuju banget soal pertanyaan yang bakal keluar: Sebrengsek2nya kita, sekurang2 ajarnya kita sama ibu kita, pasti ibu kita bakal maafin kita. Dan kalau dia udah maafin kita, she treats us as if kita tuh ngga pernah buat dosa ama dia. Cinta yang dikasih sama seorang ibu ke anaknya ngga pernah berubah. Ibu ngga bakal perduli sekurang ajar apa anaknya, sebodoh apa anaknya. (yes, pasti, dimarahin, dinasehatin, ya namanya juga orang tua atuh.) Sesakit hati apapun, Ibu pasti bakal maafin kita at the end dan put everything behind. Sekali lagi, Ibu juga manusia, manusia itu diciptain sama Tuhan dengan logika dan akal sehat. Logis ga sih, manusia (in this case, a mother) disakitin hatinya berulang2 kali sama anaknya, tapi tetep terus kasih perhatian yang luar biasa ke kita?

It doesn't take a genius untuk bikin kesimpulan dari kasus2 sehari2 yang diatas.

Jadinya, apa itu cinta? Waduh, kurang tahu deh ya, tapi satu hal yang jelas sih yang namanya cinta itu ngga bisa pake logika. (As cliché as it may sounds, this is the freaking fact haha) Tidak dilakukan dengan logis, tidak bisa dipikirkan dengan logis dan jangan2 memang tidak akan pernah menjadi logis? Hmm. Logika sama cinta tuh ibaratnya kita makan spaghetti carbonara pake kecap, alias ngga nyambung. Maybe, but maybe not? haha, after all pertanyaan yang ngegantung itu what life is all about. Mungkin itu gunanya manusia diciptakan menjadi sotoy, buat cari jawaban, hence the meaning of life.

Sebagai seorang rookie di departemen percintaan, baru satu hal yang gue dapet dari subjek yang paling common ini. Soal cinta, pasti masih banyak lagi arti2 sebenernya, tapi sampai tahun 2009 ini baru itu yang gue dapet, well this is a "18years and still counting" blog. Semuanya disini masih pake proses dan berlanjut, jadi the final conclusion is still far ahead my friend. Anggep aja nonton film horror thriller hollywood dengan ending yang nge gantung dan kita tahu kalo bakal ada sekuelnya.. tapi kita ngga tahu bakal ada budget buat bikin sekuelnya atau ngga.

Cheers.


NB. Speaking of love dan how much we know about love, I found a super simple french poem. It's anonymous but it's surely interesting.

J'ai seize ans, je ne sais rien.
Il ya quelquechose dans mon ventre, que c'est? Je n'en sais rien.
Ca me tourne la tête
C'est bête.
Horriblement beau, et puis ça brille.
Ah non arrete, c'est aveuglant.

J'ai soixante dix ans, et je ne sais encore rien.
L'amour, que c'est? Je n'en sais vraiment rien.

Translation: I'm sixteen I know nothing. There's something
in my stomach, what is it?
I know nothing.
It turns my head, its bad.
Horribly pretty and then it sparkles.
Oh no stop, now that's blinding me.

I'm seventy years old, I still know nothing.
Love, what is it? I really know nothing.


Man, you can be seventy but still have no idea what the hell love is.



In french, we say L'Introduction

February 4th, might be a good day to start a blog, might be not.
Anyways, the whole concept is basically to keep me busy for this time being. I'm usually very traditional, I don't really write blog (type), I keep my journal updated most of the time.
But as we live in the 21st century, and apparently society has become more interested in writing their personal stuff in public (Internet), I have to admit that it's quite tempting to acknowledge the fact the we are writing something that will be read by people all over the world (again, might be not. but who cares?)

You know, it's like writing a book without having an editor, nor a publisher. No questions like, "Any profit?" or "Is it best-seller" or "Does anyone bother to read it?"

Haha. But don't worry, I'm not going to write the whole shit about what I've done for the day, or whom I've met. It's so not that kind of blog. I'm just pouring something off my head. Thoughts and opinions. Or maybe recommendations about music, film, art, you know cultural stuff.

It's always nice to start something new. It may not be the greatest blog, but hey, just a heads up, I'm not Pramoedya Ananta Toer, not even related in any ways.

Cheers.